Cara Terbaru Menggunakan dan Setting Plugin Yoast Seo yang Benar

Selamat datang dan berjumpa kembali bersama Edukasi Website, tempatnya kita belajar kaitan website, dan SEO.

Plugin Yoast Seo adalah plugin untuk memaksimalkan kualitas seo website supaya mampu bersaing dengan website atau blog pesaing di halaman Google.

SEO adalah singkatan dari Search Engine Optimization. Artinya, semua upaya kita dalam memaksimalkan tampilnya website di mesin pencarian seperti Google, Bing, dan sejenisnya.

Melihat pengertian singkat di atas, tentunya semua jenis website butuh plugin SEO, Baik itu website personal, bisnis, toko online, lembaga pendidikan, dan lain sebagainya.

Berikut ini Cara Terbaru Menggunakan dan Setting Plugin Yoast Seo yang Baik dan Benar

1. Pasang Plugin Yoast Seo.

Langkah pertama, pastinya Anda sudah memasang dan mengaktifkan plugin Yoast Seo.

2. Pengaturan Fitur Yoast Seo.

Langkah kedua kita mulai mengatur dan memahami fitur-fitur dasarnya. Karena percuma saja kalau Anda hanya mengaktifkan fitur yang disediakan tanpa mengetahui maksudnya.

Oiya..

Penjelasan singkat terlebih dahulu. Untuk gambarnya sudah saya lampirkan di bawah.

Seo Analytics berfungsi untuk mengetahui kualitas seo dalam konten. Jadi fitur ini disarankan bagi pemula untuk mengaktifkannya.

Readability Analytics perlu diaktifkan supaya Anda mendapatkan saran dari Yoast Seo untuk memperbaiki dan meningkatkan gaya penulisan yang lebih baik dan tentunya standar Seo.

Cornerstone Content adalah konten landasan. Artinya, dengan mengaktifkan fitur ini, Anda bisa menentukan salah satu konten yang ada di website sebagai konten utama atau penting.

Text Link Counter adalah fitur yang membantu Anda untuk mengetahui seberapa banyak link internal atau tautan yang ada di dalam konten. Baik itu link keluar yang menuju ke website lain, atau link kontennya Anda sendiri.

Insights adalah fitur untuk mengetahui wawasan dan aktifitas di dalam website. Semisal, Anda akan mengetahui keyword seperti apa yang di tulis seseorang saat mengunjungi website. Anda bisa mengetahui halaman yang paling sering dikunjungi, dan lain sebagainya.

Meskipun fitur ini premium, tapi Anda jangan berkecil hati karena Google Search Console sudah menyediakan fitur semacam ini secara gratis.

Link Suggestions adalah fitur yang membantu Anda dalam menerapkan dan membuat link internal yang lebih relevan dengan konten. Tujuannya tidak lain, agar konten yang Anda terbitkan lebih berbobot dan kuat bertahan lama menghadapi persaingan.

Sayangnya, fitur ini adalah premium.

Meskipun premium, tetaplah semangat karena yang berhubungan dengan SEO akan kita pelajari bersama di website ini. Termasuk materi tentang Link Suggestions.

XML Sitemaps adalah komponen atau link yang memberi informasi tentang teks, media, video, dan file lainnya yang ada di dalam website.

Manfaatnya, semua file yang ada di dalam website lebih mudah terbaca dan diketahui oleh mesin pencari seperti Google, Bing, dan Yandex.

Yang cukup mengagumkan, Anda juga bisa menentukan sendiri jenis file yang boleh terbaca oleh mesin pencari untuk mencegah duplikat konten.

Oleh sebab itu, Anda perlu mengaktifkan fitur XML Sitemaps.

Admin Bar Menu adalah fitur untuk menampilkan menu Plugin Yoast Seo di halaman admin website. Saya sendiri tidak mengaktifkan fitur ini karena cukup mengganggu.

Security: no advanced or schema setting for authors lebih baik diaktifkan jika websitenya Anda terdapat banyak penulis. Karena, apabila Anda menonaktifkan fitur ini, penulis lainnya bisa mengubah kanonis dan menghapus artikel yang sudah muncul di pencarian Google, Bing dan sejenisnya.

Usage Tracking merupakan fitur yang memberikan izin kepada Plugin Yoast Seo untuk memantau penggunaan website. Dan saran saya fitur ini jangan diaktifkan.

REST API: Head endpoint adalah fitur untuk menampilkan meta data yang dibutuhkan pada URL khusus.

Enhanced Slack Sharing adalah fitur untuk meningkatkan Visibilitas dan klik halaman saat dibagikan karena menampilkan penulis dan perkiraan waktu baca.

Jika semuanya sudah Anda tentukan, silahkan klik tombol Save Changes.

3. Pengaturan Integrasi.

Pada bagian ini menghubungkan dengan beberapa tools pendukung SEO, diantaranya adalah Semrush, Ryte, Zapier, dan Algolia.

Jika Anda sudah punya beberapa akun di atas, silahkan hubungkan dengan Yoast Seo.

Tapi boleh dinonaktifkan, karena fitur yang satu tidak begitu penting.

Kemudian klik tombol Save Changes.

4. Pengaturan Webmaster Tools.

Langkah keempat adalah menghubungkan Webmaster Tools Baidu, Bing, Google, dan Yandex dengan Yoast Seo supaya hasilnya lebih maknyus.

Berhubung saya baru menghubungkan Edukasi Website dengan Google Search Console saat membuat panduan ini, maka yang saya hubungkan terlebih dahulu adalah webmaster tools google.

Jika Anda belum mendaftar Google Search Console, silahkan simak langkah-langkah daftar Google.

Jika sudah silahkan simpan perubahan.

5. Setting Separator Yoast Seo.

Separator adalah karakter pemisah antara nama website dan judul konten.

Contoh

Cara Membuat Gorengan – Edukasi Website

Cara membuat gorengan adalah judul konten, dan Edukasi Website nama situsnya.

Pada bagian Seo Title tidak perlu dirubah. Biarkan seperti semula.

Pada bagian Meta Description diisi dengan penjelasan singkat mengenai topik pembahasan.

6. Pengaturan Tipe Konten.

Langkah ini mengatur konten website.

Pada bagian Single Post Settings diaktifkan semuanya.

Pada bagian Seo Title tidak perlu dirubah.

Pada bagian Meta Description dikosongkan saja karena ini deskripsi konten. Bukan deskripsi secara menyeluruh yang Anda bahas di dalam website.

7. Pengaturan Media.

Langkah berikutnya adalah setting Media & Attachment URLs yang disediakan plugin Yoast Seo.

Disarankan agar Anda mengaktifkannya karena setiap Anda mengunggah gambar, atau video ke website WordPress secara otomatis akan terbentuk link baru yang menuju ke beberapa file itu sendiri.

8. Pengaturan Kategori.

Taxonomies adalah fitur untuk mengatur kategori di hasil pencarian.

Jika Anda tidak menginginkan kategori muncul di pencarian Google, Bing, atau lainnya, maka pilih saja Off. Dan disarankan agar Anda menonaktifkan fitur ini.

Seperti biasa, pada bagian Seo Title dan Meta Descriptions tidak perlu dirubah.

9. Pengaturan Arsip.

Langkah selanjutnya adalah mengatur Fitur Arsip Yoast Seo yang memungkinkan Anda untuk menampilkan penulis dan tanggal terbitnya konten di hasil pencarian.

Saya sendiri lebih memilih untuk tidak menampilkannya karena konten yang saya sediakan di sini termasuk konten abadi, yakni konten yang tidak ada hubungannya dengan waktu.

Artinya, sampai kapanpun waktunya masih banyak orang yang membutuhkan konten yang saya terbitkan.

Akan tetapi, jika website Anda termasuk situs berita, maka disarankan untuk menampilkan tanggal terbit, karena hal ini bisa mempengaruhi seseorang untuk mengunjungi konten.

Berikut ini contohnya

Perhatikan tanda panah di atas.

Hampir semua situs berita menampilkan tanggal terbit, karena menambah ketertarikan seseorang untuk membacanya.

Oleh sebab itu, tentukan jenis websitenya.

Kalau website tentang panduan maka disarankan agar tidak mengaktifkan Data Archives.

10. Mengatur Breadcrumbs Yoast Seo.

Manfaat Breadcrumbs dapat meningkatkan kualitas seo, karena struktur atau komponen breadcrumbs dapat dibaca mesin pencari Google, Bing, Yandex, dan Baidu.

Jika Anda tidak percaya, perhatikan gambar berikut sebagai buktinya

Gambar tersebut saya ambil dari Google Search Console.

Selain meningkatkan kualitas seo, Breadcrumbs juga dapat mempermudah pengunjung menemukan konten yang relevan dengan konten yang sedang mereka baca, karena biasanya, di dalam breadcrumbs sudah tercantum kategori.

Contohnya seperti gambar berikut

Oleh sebab itu, Anda bisa mengunjungi kategori WordPress jika sedang membutuhkan panduan yang berhubungan dengan website WordPress.

Istimewanya, fitur breadcrumbs Yoast Seo dapat diatur sesuai keinginan Anda.

Perhatikan gambar berikut

Untuk mengaktifkannya, pada bagian Enable Breadcrumbs For Your Theme perlu di Enable.

11. Mengatur RSS Yoast Seo.

Langkah yang ini pengenalan tentang RSS Feed. Gampangnya, rss feed merupakan tools yang mengizinkan pemilik website berbagi konten secara otomatis ke pengunjung yang sudah menjadi pelanggan.

Kabar baiknya, fitur pengaturan rss feed yang diberikan Yoast Seo sudah cukup baik, dan kiranya tidak ada yang perlu dirubah.

Alhamdulillah, sampai sini sudah selesai.

Fitur yang belum saya sebutkan di sini silahkan dipraktikkan sendiri, karena sangat mudah diterapkan meskipun bagi pemula.


Langkah-langkah Penggunaannya.

Pertama, buatlah konten baru. Bagian bawah konten terdapat fitur-fitur Yoast Seo yang siap digunakan.

Catatan.

Plugin sudah saya rubah menjadi bahasa Indonesia supaya lebih mudah dipahami.

1. Frasa Kunci Utama.

Frasa kunci utama Yoast Seo untuk menargetkan atau menguatkan keyword yang ada di dalam konten.

Misalnya, Anda membuat konten dengan judul

Cara Membuat Gorengan Tempe yang Renyah dan Enak.

Maka masukkan keyword tersebut di kolom Frasa Kata Kunci.

Tujuannya untuk memperkuat kata kunci di pencarian Google dan sejenisnya.

Pada bagian Pratinjau Google berfungsi untuk melihat tampilan konten ketika muncul di halaman Google.

Perhatikan gambar berikut sebagai contoh yang saya buat

2. Judul dan Deskripsi Meta.

Sekarang mengatur bagian Judul, Slug, dan deskripsi meta.

Pada bagian Judul SEO tidak perlu dirubah.

Slug adalah link konten. Buatlah yang singkat supaya lebih ringkas, dan mudah dikunjungi seseorang.

Pada bagian Deskripsi Meta diisi keterangan singkat tentang konten yang Anda buat. Masukkan juga keyword di dalamnya

3. Analisis Seo.

Sesuai namanya, Analisis Seo berfungsi untuk memantau kualitas seo konten. Anda juga diberi panduan untuk memperbaikinya jika terdapat masalah.

Contohnya coba kita perhatikan gambar di bawah.

Ada tiga masalah yang perlu diperbaiki, yakni tautan keluar, tautan internal, dan panjang artikel.

Itu artinya, saya perlu menambahkan link keluar, menambahkan link internal yang masih berhubungan dengan konten, dan menambahkan beberapa kata dalam artikel agar jumlahnya lebih dari 300 karakter.

Bagaimana, sudahkah anda memahaminya?

Kalau toh belum paham, janganlah khawatir karena nanti akan saya usahakan membuat konten yang khusus membahas pembuatan konten website berkualitas baik yang standar SEO.

4. Konten Landasan.

Seperti penjelasan singkat di atas.

Fungsi konten landasan untuk menandai beberapa konten yang Anda anggap sebagai konten utama yang lebih penting.

Biasanya, konten yang dijadikan landasan adalah konten yang pembahasannya sangat lengkap, sehingga banyak link internal didalamnya.

Konten yang sangat berkualitas, dan terbaik yang pernah Anda buat.

Intinya, bukan sembarangan konten.

Oleh sebab itu, pilihlah beberapa saja artikel yang akan dijadikan sebagai konten landasan.

Sebagai contohnya saya sendiri.

Saya membuatkan Anda panduan ini untuk melengkapi konten landasan saya, yakni proses belajar website WordPress.

Jika Anda perhatikan, di konten tersebut lumayan banyak link internal yang saling melengkapi, dan cukuplah bagi pemula yang ingin belajar WordPress.

5. Lanjutan.

Terakhir yang akan saya bahas adalah fitur lanjutan.

Di sini, Anda punya wewenang mencegah mesin pencari untuk menampilkan konten di hasil pencarian, mengatur robot meta tingkat lanjut, memodifikasi judul breadcrumbs, dan menentukan URL kanonik atau canonical.

Tapi, yang akan saya bahas lebih mendalam kaitan URL kanonik.

Berikut ini contohnya

Canonical URL adalah fitur atau elemen website untuk menghindari mesin pencari bingung menampilkan konten asli.

Iya betul…

Mesin pencari seperti Google, atau sejenisnya terkadang bingung sehingga menampilkan konten yang tidak sesuai dengan keinginan calon pembaca.

Hal tersebut terjadi disebabkan adanya konten yang serupa dalam satu website.

Misalnya, Anda sudah membuat dua konten berjudul

  1. Cara Terbaru Memperbaiki HP Samsung S2.
  2. Harga HP Samsung S2 Terbaru.

Kemudian, kedua konten tersebut sudah Anda hubungkan satu sama lainnya.

Contoh konten pertama

Cara Memperbaiki HP Samsung S2

….. Pembahasan..

Silahkan baca juga harga HP Samsung S2 terbaru.

Kasus yang mungkin terjadi, konten tersebut muncul di pencarian Google jika ada seseorang mengetikkan keyword Hp Samsung S2.

Padahal, orang tersebut berencana ingin membeli HP Samsung S2. Bukan cara memperbaikinya.

Kira-kira, apakah kontennya Anda tentang cara memperbaiki hp Samsung S2 akan dibaca?

Besar kemungkinan, mereka tidak mau membacanya karena yang mereka butuhkan tentang informasi dan spesifikasi HP Samsung s2.

Itulah gambaran sederhananya ketika mesin pencari bingung menampilkan mana konten yang asli.

Naaaah,, Untuk menghindari permasalahan yang seperti itu, maka Anda perlu menambahkan Canonical URL didalam konten.

Pertanyaan…

Apakah Anda masih perlu menambahkan URL kanonik pada kolom yang disediakan Yoast Seo?

Sebenarnya, Anda tidak perlu lagi menambahkan URL kanonik, karena ketika Anda memasang plugin Yoast Seo maka secara otomatis website akan terpasang Canonical URL.

Untuk membuktikannya, coba Anda melakukan inspeksi URL di Google Search Console.

Nanti ada informasi tentang url kanonik yang dinyatakan pengguna.

Meskipun sudah terbukti ada Canonical URL yang terpasang otomatis di website ketika memasang Yoast Seo, tapi tetap disarankan agar Anda menambahkannya lagi secara manual di kolom yang sudah disediakan.

Bagaimana, sudahkah cukup jelas apa yang saya sampaikan ini?

Monggo bertanya lewat komentar jika masih ada pembahasan yang masih membingungkan.

Terimakasih.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.