Profil SMPN 1 KARANG PENANG

31014

Guru : 16
  Siswa Laki-laki : 107
  Siswa Perempuan : 95
Rombongan Belajar : 8
Kurikulum : K-13
Waktu Penyelenggaraan :Pagi
Manajemen Berbasis Sekolah :
Semester Aktif : 2016/2017-1

Akses Internet :
Sumber Listrik :
Daya Listrik : 120
Luas Tanah : 6,770

Ruang Kelas : 10 *
Laboratorium : 0 *
Perpustakaan : 0 *
Sanitasi Siswa : 0 *

Tingkat Jumlah
Total 202
7 73
8 69
9 60
Umur Jumlah
Total 57
< 13 Tahun 0
13 - 15 Tahun 22
> 15 Tahun 35
Umur Jumlah
Total 73
< 13 Tahun 48
13 - 15 Tahun 25
> 15 Tahun 0
Status Jumlah
Total 16
PNS 11
GTT 0
GTY 0
Honor 5
Status Jumlah
Total 3
PNS 0
Honor 3
Tingkat Jumlah
Total 8
7 3
8 3
9 2
Kondisi Ruang Jumlah
Milik Bukan Milik
Total 10 0 10
Baik 1 1
Rusak Ringan 9 9
Rusak Sedang 0 0
Rusak Berat 0 0 0

 

  •   Tahun : 2016
  •   Bahasa Indonesia : 55.07
  •   Bahasa Inggris : 46.81
  •   Matematika : 38.94
  •   IPA : 43.43

Link dari google drive

 

Pengembangan Pendidikan,Budaya dan Karakter Bangsa

 

 

images-5 images-24 images-21 images-28 images unduhan-6

                Persolan budaya dan karakter bangsa kini menjadi sorotan tajam masyarakat, baik itu melalui media cetak, wawancara, dialog dan lain sebagainya. Persoalan yang muncul di masyarakat seperti korupsi, kekerasan, kejahatan seksual, perusakan yang terjadi dimana-mana, sirkulasi ekonomi yang terhambat serta dunia politik yang menuai pro dan kontra menjadi salah satu topik yang hangat di masyarakat. Berbagai alternatif penyelesaian masalah ini telah dilakukan seperti peraturan, undang-undang, penerapan hukum yang lebih kuat.

               Kepedulian masyarakat terhadap pendidikan budaya dan karakter bangsa juga telah menjadi perhatian pemerintah. Pemerintah telah mengembangkan pendidikan budaya dan karakter bangsa ini melalui Departemen Pendidikan Nasional. Karena itulah kami tertarik menjadikan topik ini sebagai bahasan karya ilmiah sederhana yang akan kami tulis.

Contoh-contoh perilaku penurunan moral

Ada beberapa peristiwa yang tergolong penyimpangan karakter di negeri ini. Contoh kecil saja, di zaman yang sudah modern ini banyak orang yang lupa beretika, lupa menjaga sopan santun, tak mau saling tolong menolong, tak bertanggung jawab, tidak tahu batas-batas pergaulan dan masih banyak lagi. Hal sekecil itu saja sudah tak terkendali, apalagi hal yang besar.

Realitanya, banyak makelar kasus, penggelapan pajak, korupsi, kejahatan yang dilakukan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab dan yang amat sangat memprihatinkan adalah perilaku remaja Indonesia yang masih berada di usia sekolah. Menurut survey, pada tahun 2008 yang dilakukan di 33 provinsi di Indonesia sekitar 18.000 penduduk Indonesia terjangkit penyakit HIV dan AIDS, 63% remaja melakukan hubungan seksual di luar nikah, 21% diantaranya melakukan aborsi dan sekitar 3,2 juta penduduk Indonesia adalah pemakai narkoba dan 1,1 juta diantaranya adalah pelajar tingkat SMP hingga mahasiswa. Keadaan inilah yang membuat keadaan negeri ini semakin buruk.

 

Sebab-sebab penurunan moral

Orang tua merupakan orang yang paling dekat dengan anak sekaligus orang pertama yang memberikan kasih sayang, bahkan ketika anak itu masih ada dalam kandungan. Contohnya saja seorang ayah mengumandangkan adzan dengan lirih di telinga sang anak ketika ia baru saja dilahirkan, itulah bekal awal untuk mengawali hidup dengan kebaikan. Sedangkan, ketika sang anak hendak tidur, ibulah yang menenangkan atau membacakan dongeng untuknya. Tidak hanya itu, ayah dan ibu juga mengajari putra putrinya berjalan, berbicara dan mulai berkomunikasi dengan orang lain. Dengan begitulah, orang tua memberi bekal utama dalam megendalikan anaknya untuk menjadi anak yang baik.

Namun, kenyataannya ada orang tua yang belum mengerti bagaimana cara mengasuh anak dengan penuh cinta dan kasih sayang. Buktinya, ada saja orang tua yang menitipkan anaknya kepada babby sitter atau pembantu rumah tangga. Sehingga, anak tersebut mendapatkan pendampingan  tumbuh dan berkembang bukan dari orang tua yang sudah berkeahlian mengurus anak dan tidak pula orang tua itu menjadi pendamping terindah ketika anaknya tumbuh. Ada saja alasan yang dijadikan para orang tua untuk memutuskan menitipkan anak kepada babby sitter. Salah satu alasan andalannya adalah karena harus mencari nafkah untuk membiayai anak itu, padatnya jam kerja dan lain sebagainya. Seharusnya tidak begitu. Boleh saja bekerja, tanpa melupakan tugas utama sebagai orang tua.

Ada pepatah bilang, bahwa “segala sesuatu yang ditangani oleh orang yang bukan ahlinya, tunggulah saat kehancurannya.” Berarti harusnya para orang tua harus memiliki kemampuan dalam hal mengurus anak.

Tidak hanya itu, bentuk perlakuan yang diterima anak dari orang tua dan lingkungan, menentukan kualitas kepribadian seorang individu. Seseorang yang memiliki kepribadian lemah karena ia kurang mendapat perhatian penuh dari orang tua, kurang rasa aman, sering dimanjakan. Sebaliknya, seseorang yang memiliki kepribadian yang kuat karena ia telah mendapat perhatian penuh dari orang tua, kehangatan jiwa dan pemberian pengalaman hidup dari orang tuanya.

Peran kedua sebagai seseorang yang mengembangkan karakter anak adalah guru. Sebagai seorang guru, hendaknya memiliki kemampuan dalam mendidik siswanya terutama sering-sering mengecek siswanya. Tidak hanya sekedar menghabiskan bab-bab pada buku pelajaran, sekedar menyampaikan informasi atau mengejar target kurikulum.

Menurut pengakuan salah satu siswa, ada saja penyakit guru yang dapat mempengaruhi proses belajar mengajar di kelas, diantaranya :

Tidak punya selera mengajar

Kurang memperkaya materi (lemah sumber)

Kurang disiplin

Asal masuk kelas

Tidak bisa komputer

Kurang terampil

Asal sampaikan materi, urutan tidak akurat

Di kelas diremehkan anak

Hal yang seperti inilah yang bisa menjadi salah satu penghambatnya.

Peran ketiga adalah masyarakat atau tempat anak itu tinggal atau bermain atau bergaul. Anak bisa terkontaminasi kebiasaan yang buruk akibat pengaruh luar. Sehingga, sedini mungkin orang tua harus bisa menjaga anak-anaknya dari pengaruh luar yang negatif.

video tentang interaksi

Dwounload disini

 

 

Dwounloud dari google drive

 

 

 

profil Smp NI Sampang

Profil SMP Negari 1 Sampang udah terkenal oleh masyarakat terutama di dunia pendidikan,oleh karena itu smp negeri 1 pada tahun ajaran 2016/2017 smp negeri sampang waktu penerimaan murid baru atau disebut dengan PSB jumlah pendaftar kurang lebih 420 peserta tapi yang diterima 280 swehingga yang tidak diterima sekitr140.15294801aa_f

downlod moratorium

Kemajuan Tekhnologi di Bidang Pertanian

 

KEMAJUAN TEKHNOLOGI BIDANG PERTANIAN

 

Kemajuan dan pembangunan dalam bidang apapun tidak dapat dilepaskan dari kemajuan teknologi. Revolusi pertanian didorong oleh penemuan mesin-mesin dan cara-cara baru dalam bidang pertanian. A.T Mosher (Mubyarto, 1989;235) menganggap teknologi yang senantiasa berubah itu sebagai syarat mutlak adanya pembangunan pertanian.

Apabila tidak ada perubahan dalam teknologi maka pembangunan pertanian pun terhenti. Produksi terhenti kenaikannya, bahkan dapat menurun karena merosotnya kesuburan tanah atau karena kerusakan yang makin meningkat oleh hama penyakit yang semakin merajalela.

Teknologi sering diartikan sebagai ilmu yang berhubungan dengan keterampilan di bidang industri. Tetapi A.T Mosher (1965;93) mengartikan teknologi pertanian sebagai cara-cara untuk melakukan pekerjaan usaha taniDidalamnya termasuk cara-cara bagaimana petani menyebarkan benih, memelihara tanaman dan memungut hasil serta memelihara ternak. Termasuk pula didalamnya benih, pupuk, pestisida, obat-obatan serta makanan ternak yang dipergunakan, perkakas, alat dan sumber tenaga. Termasuk juga didalamnya berbagai kombinasi cabang usaha, agar tenaga petani dan tanahnya dapat digunakan sebaik mungkin.

Yang perlu disadari adalah pengaruh dari suatu teknologi baru pada produktivitas pertanian. Teknologi baru yang diterapkan dalam bidang pertanian selalu dimaksudkan untuk menaikkan produktivitas, apakah ia produktivitas tanah, modal atau tenaga kerja. Seperti halnya traktor lebih produktif daripada cangkul, pupuk buatan lebih produktif daripada pupuk hijau dan pupuk kandang, menanam padi dengan baris lebih produktif daripada menanamnya tidak teratur. Demikianlah masih banyak lagi cara-cara bertani baru, di mana petani setiap waktu dapat meningkatkan produktivitas pertanian.

Dalam menganalisa peranan teknologi baru dalam pembangunan pertanian, digunakan dua istilah lain yang sebenarnya berbeda namun dapat dianggap sama yaitu perubahan teknik (technical change) dan inovasi (inovation) menurut Mubyarto (1989;235). Istilah perubahan teknik jelas menunjukkan unsur perubahan suatu cara baik dalam produksi maupun dalam distribusi barang-barang dan jasa-jasa yang menjurus ke arah perbaikan dan peningkatan produktivitas. Misalnya ada petani yang berhasil mendapatkan hasil yang lebih tinggi daripada rekan-rekannya karena ia menggunakan sistem pengairan yang lebih teratur. Caranya hanya dengan menggenangi sawah pada saat-saat tertentu pada waktu menyebarkan pupuk dan sesudah itu mengeringkannya untuk memberikan kesempatan kepada tanaman untuk mengisapnya. Sedangkan inovasi berarti pula suatu penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya, artinya selalu bersifat baru. Sebagai contoh, penerapan bibit karet yang unggul dalam penanaman baru adalah inovasi.

Bila petani telah terangsang untuk membangun dan menaikkan produksi maka ia tidak boleh dikecewakan. Kalau pada suatu daerah petani telah diyakinkan akan kebaikan mutu suatu jenis bibit unggul atau oleh efektivitas penggunaan pupuk tertentu atau oleh mujarabnya obat pemberantas hama dan penyakit, maka bibit unggul, pupuk dan obat-obatan yang telah didemonstrasikan itu harus benar-benar tersedia secara lokal di dekat petani, di mana petani dapat membelinya.

Kebanyakan metode baru yang dapat meningkatkan produksi pertanian, memerlukan penggunaan bahan-bahan dan alat-alat produksi khusus oleh petani. Diantaranya termasuk bibit, pupuk, pestisida, makanan dan obat ternak serta perkakas. Pembangunan pertanian menghendaki kesemuanya itu tersedia di atau dekat pedesaan (lokasi usaha tani), dalam jumlah yang cukup banyak untuk memenuhi keperluan tiap petani yang membutuhkan dan menggunakannya dalam usaha taninya.

Cara-cara kerja usaha tani yang lebih baik, pasar yang mudah dijangkau dan tersedianya sarana dan alat produksi memberi kesempatan kepada petani untuk menaikkan produksi. Begitu pula dengan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang dikeluarkan oleh pemerintah menjadi perangsang produksi bagi petani. Pemerintah menciptakan kebijaksanaan-kebijaksanaan khusus yang dapat merangsang pembangunan pertanian. Misalnya kebijaksanaan harga beras minimum, subsidi harga pupuk, kegiatan-kegiatan penyuluhan pertanian yang intensif, perlombaan-perlombaan dengan hadiah menarik pada petani-petani teladan dan lain-lain. Pendidikan pembangunan pada petani-petani di desa, baik mengenai teknik-teknik baru dalam pertanian maupun mengenai keterampilan-keterampilan lainnya juga sangat membantu menciptakan iklim yang menggiatkan usaha pembangunan.

 

Akhirnya kebijaksanaan harga pada umumnya yang menjamin stabilitas harga-harga hasil pertanian merupakan contoh yang dapat meningkatkan rangsangan pada petani untuk bekerja lebih giat dan mereka akan lebih pasti dalam usaha untuk meningkatkan produksi. Dalam pembangunan pertanian terdapat unsur perangkutan. Tanpa perangkutan yang efisien dan murah maka pembangunan pertanian tidak dapat diadakan secara efektif. Pentingnya perangkutan adalah bahwa produksi pertanian harus tersebar meluas, sehingga diperlukan jaringan perangkutan yang menyebar luas, untuk membawa sarana dan alat produksi ke tiap usaha tani dan membawa hasil usaha tani ke pasaran konsumen baik di kota besar dan/atau kota kecil. Selanjutnya, perangkutan haruslah diusahakan semurah mungkin. Bagi petani, harga suatu input seperti pupuk adalah harga pabrik ditambah biaya angkut ke usaha taninya. Uang yang diterimanya dari penjualan hasil pertanian adalah harga di pasar pusat dikurangi dengan biaya angkut hasil pertanian tersebut dari usaha tani ke pasar. Jika biaya angkut terlalu tinggi, maka pupuk akan menjadi terlalu mahal bagi petani dan uang yang diterimanya dari penjualan hasil pertanian tersebut akan menjadi terlalu sedikit. Sebaliknya, jika biaya angkut rendah, maka uang yang diterima oleh petani akan menjadi tinggi.

Berbagai sarana perangkutan dan jarak jauh bersama-sama harus membentuk sistem perangkuan yang merupakan satu kesatuan yang harmonis. Tidak hanya jalan raya yang diaspal, jalan setapak, jalan tanah, saluran air, jalan raya, sungai dan jalan kereta api semuanya ikut memperlancar perangkutan. Beberapa diantaranya dapat dibuat dan dipelihara oleh usaha setempat, termasuk pemerintah setempat. Beberapa lagi perlu dibangun dan dipelihara oleh pemerintah propinsi dan pusat.

Kesemuanya harus dihubungkan dan diintegrasikan satu dengan yang lainnya, sehingga hasil pertanian dapat diangkut dengan lancar dari usaha tani ke pasar-pasar pusat. Demikian pula sarana dan alat produksi serta berbagai jasa tidak hanya perlu sampai ke kota kecil dan desa, melainkan juga sampai ke usaha tani itu sendiri.

 

Kemajuan Tekhnologi di Bidang Pertanian

Pertanian Tradisional

bajak-sawah-tradisional-2tanam-padi-tradisional

panen-padi-tradisional-2

Pertanian Modern

bajak-sawah-modernpertanian-2_595_446_100

panen-padi-modern-2

Link dari Google Drive

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Media Video Penilaian Autentik Kurikulum 2013

Pengembangan Media Video Mengenai Penilaian Autentik

Pada Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013

2011-12-07-14-12-22

Djarwoko

137905012

djarwokobpmtp@gmail.com.

 

Abstrak

Perubahan kurikulum KTSP menjadi Kurikulum 2013, sangat berdampak pada pola pikir guru sebagai pendidik di setiap satuan pendidikan. Berbagai upaya pelatihan dan pendampingan telah diselenggarakan, tetapi belum mendapatkan hasil yang maksimal terutama khususnya pada materi penilaian autentik. Bertolak pada temuan awal tersebut, peneliti merasa tergugah untuk mengembangkan media lain yang digunakan dalam pendampingan implementasi kurikulum 2013 yaitu media video. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menghasilkan produk media video mengenai penilaian autentik, (2) mendeskripsikan efektifitas pemanfaatan media video jika dibandingkan dengan media lain (Power Point Presentation/PPT) dalam meningkatkan pemahaman guru mengenai penilaian autentik pada pendampingan implementasi kurikulum 2013. Penelitian pengembangan ini dilaksanakan dengan berpedoman pada tahapan model pengembangan Dick and Carey (2001) dan mengambil subyek penelitian di forum MGMP IPS SMP di Kabupaten Sidoarjo sebanyak 141 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media video dan bahan penyerta mengenai penilaian autentik memiliki kemenarikan, kebenaran materi, dan ketepatan desain pembelajaran dengan kategori sangat tinggi (sangat baik). Namun, efektifitas pemanfaatan media video terbukti tidak lebih efektif jika dibandingkan dengan media lain (PPT) dalam hal menyampaikan materi yang bersifat perhitungan/ matematis.

Kata kunci: Pengembangan Media Video, Penilaian Autentik, Kurikulum 2013.

Abstract

Changes in the curriculum KTSP into curriculum in 2013, greatly affect the mindset of teachers as educators in any educational institution. Various training efforts and assistance have been held, but not getting the maximum results mainly particularly on the matter of authentic assessment. Contrary to the preliminary findings, the researchers feel inspired to develop other media used in assisting the implementation of the curriculum in 2013 that video media. This study aims to (1) produce a video media about authentic assessment, (2) describe the effective use of video media when compared to other media (Power Point Presentation/PPT) to increase understanding of the teachers authentic assessment on assisting curriculum implementation in 2013. This research development is guided by the phases of the development model of Dick and Carey (2001) and took a group of research subjects in secondary schools in Sidoarjo MGMPs IPS as many as 141 people. The results showed that the medium of video and accompanying materials have the attractiveness of the authentic assessment, material correctness and accuracy of instructional design with very high category (very good). However, effective use of video media proved no more effective than other media (PPT) in terms of presenting the material that is the calculation / mathematically.

Keywords: Development Video Media, Authentic Assessment, Curriculum 2013.

tulisan terkait